Perbedaan Gunung dan Pegunungan

5 perbedaan gunung dan pegunungan

Sebagai pendaki gunung, pernahkah kamu ditanya oleh adikmu seperti ini, “Kak, apa perbedaan gunung dan pegunungan? Jelaskan 5 perbedaannya.”. Bisa jawab? Bisa, dong tentunya. Gunung berbentuk kerucut sedangkan pegunungan memanjang & membentang. Ya, tepat sekali. Perbedaan lainnya? Apa lagi ya? Nggak tahu deh? Mendaki gunung aja cuma hobi. Masak harus belajar geografi juga sih. Haha. Jangan frustrasi begitu. Don’t blaming. Biar kamu bisa terlihat lebih smart di depan adikmu, kami bantu jawab. Berikut ini 5 perbedaan gunung dan pegunungan yang kami lansir dari napaktilas.net.

1. Gunung berbentuk kerucut, pegunungan berbentuk barisan/banjaran

Menurut KBBI, gunung adalah bukit yang sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dari 600 m). Sedangkan pegunungan adalah tempat yang bergunung-gunung (terdiri atas gunung-gunung). Dari pengertian itu, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan, yaitu:

  • Gunung biasanya berdiri sendiri (tunggal) di suatu wilayah sedangkan pegunungan terdiri dari serangkaian gunung. Contoh gunung Semeru.
  • Gunung berbentuk kerucut besar yang menjulang ke atas. Ada yang memiliki atas kerucut lancip, perisai hingga kawah. Sedangkan pegunungan berjajar & membentang membentuk sebuah barisan. Contoh pegunungan Himalaya.

Jadi, dengan melihat ciri fisik dari bentuknya, kamu dapat membedakan gunung dan pegunungan.

2. Gunung memiliki satu puncak, pegunungan memiliki banyak puncak

Perbedaan selanjutnya terletak pada jumlah puncak gunung. Gunung memiliki satu puncak sejati di suatu kawasan. Hal ini terjadi karena di kawasan tersebut hanya terdapat satu gunung saja. Di mana itulah puncak tertinggi dari gunung tersebut. Contohnya, puncak sejati gunung Sumbing.

Berbeda dengan pegunungan, pegunungan memiliki beberapa puncak di dalam satu kawasan. Hal ini disebabkan karena pegunungan terdiri dari serangkaian gunung. Jadi, akan ada puncak 1, puncak 2, puncak 3, puncak 4, puncak tertinggi. Contohnya, pegunungan Barisan Sudirman, Papua.

3. Gunung terbentuk dari aktivitas vulkanologi, pegunungan terbentuk dari patahan/lipatan bumi

Secara teoritis, kemunculan gunung disebabkan oleh aktivitas pergerakan lempeng bumi yang menyebukan magma keluar dari perut bumi. Para ahli geologi sepakat menyebut fenomena alam ini sebagai aktivitas vulkanologi.

Sederhananya seperti ini. Bayangkan di dalam perut bumi ada magma yang sangat panas yang terperangkap di lapisan litosfer bumi. Nah, karena terjadi tumbukan antar lempeng bumi, terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat. Akibatnya, lapisan litosfer retak. Karena lapisan pengekang magma rusak, magma di dalam perut bumi keluar ke permukaan. Perlahan tapi pasti, magma terus keluar ke permukaan. Lambat laun, magma yang keluar akan mengeras karena suhu lingkungan. Dan akhirnya terus bertumpuk sampai tercipta kerucut gunung berapi. Proses vulkanologi ini terjadi dalam waktu lama. Contohnya proses pembentukan gunung Anak Krakatau & gunung Merapi.

Ilustrasi proses pembentukan kerucut gunung berapi
Ilustrasi proses pembentukan kerucut gunung berapi

Berbeda dengan proses pembentukan pegunungan. Pegunungan terbentuk bukan karena aktifitas vulkanologi yang keluar ke permukaan bumi. Melainkan proses patahan dan lipatan lapisan kerak bumi (lapisan litosfer).

Untuk gambaran jelasnya, silakan lihat simulasi pembentukan gunung Himalaya.

Gambar ilustrasi proses terbentuknya pegunungan Himalaya
Proses terbentuknya pegunungan Himalaya || Pic: https://napaktilas.net.

Ahli geologi menjelaskan 4 tahap pembentukan pegunungan Himalaya.

  • Stage 1: 60 juta tahun yang lalu, lempeng samudera menekan kuat lempeng benua. Kejadian ini menimbulkan fenomena pergeseran lempeng bumi.
  • Stage 2: 40 juta tahun yang lalu, pergerakan lempeng samudera kembali berubah. Di mana, pada masa awal pergerakan lempeng samudera menekan lempeng benua. Kini pergerakannya menjauhi lempeng benua. Menyelinap ke atah bawah lempeng benua. Akibatnya, lempeng benua terangkat ke atas yang menyebabkan dua daratan yang sebelumnya terpisah lautan kini menyatu.
  • Stage 3: 20 juta tahun yang lalu, dasar lautan terangkat akibat pergerakan lempeng samudera. Alhasil, muncul pegunungan yang memiliki karakteristik batuan kapur seperti batuan dasar laut. Karena pergerakan lempeng samudera semakin mendorong lempeng benua untuk terus menyatu, akhirnya tercipta lipatan. Lipatan ini akibat tumbukan dari dasar samudera yang dulu membentang. Akan tetapi, sekarang memadat dan berkumpul pada satu kawasan. Semakin hari, kawasan ini semakin tinggi dan semakin tinggi di masa tersebut.
  • Stage 4: Hari ini, endapan dan lipatan dari dasar samudera membentuk pegunungan Himalaya yang tinggi dan membentang sangat panjang. Dari situ lah awal kemunculan pegunungan Himalaya yang terkenal hingga saat ini.

Jadi, kebanyakan gunung terbentuk akibat aktivitas vulkanologi. Biasanya terjadi akibat kebocoran magma di perut bumi. Waktu pembentukannya hanya butuh waktu beberapa puluh tahun saja. Sedangkan proses pembentukan pegunungan akibat pergerakan lempeng benua dan samudera. Jika pergerakan lempeng saling menekan, akan menimbulkan lipatan pada kerak bumi. Akibatnya, tanah akan terangkat ke atas dengan membentuk jalur khusus. Proses pengangkatan tanah dari dasar sampai membentuk pegunungan itu terjadi dalam waktu puluhan juta tahun. Jadi, sangat lama sekali. Contohnya, proses pembentukan pegunungan Himalaya.

4. Gunung terletak di kawasan ring of fire, pegunungan terletak di daerah yang terjadi lipatan litosfer

Pada pembahasan sebelumnya kami telah menjelaskan proses pembentukan gunung dan pegunungan. Dari informasi tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan:

  • Gunung biasanya muncul di kawasan lempeng tektonik atau sering kita kenal dengan area ring of fire. Ring of fire adalah daerah yang mendapatkan julukan sebagai cincin api pasifik. Daerah ini memiliki potensi pergesekan lempeng tektonik gempa bumi dan letusan gunung berapi. Jalur ring of fire membentang sekitar 40.000 km dengan pola cekungan menyerupai cincin di kawasan pasifik.
  • Pegunungan biasanya muncul di kawasan yang terjadi lipatan atau patahan litosfer pada kerak bumi. Pada kasus pegunungan Himalaya, terjadi pengangkatan dasar samudera ke permukaan dan terjadi lipatan kerak bumi. Akibatnya, muncul pegunungan yang membentang dengan karakteristik jenis batuan yang sama.

Bingung ya? Intinya, kemunculan gunung itu kebanyakan disertai keluarnya lahar. Sedangkan kemunculan pegunungan akibat pengangkatan & pelipatan tanah di kawasan sekitar lempeng bumi.

5. Ketinggian gunung dapat berubah karena erupsi, ketinggian pegunungan cenderung tetap

Hal yang paling mencolok dari perbedaan ketinggian gunung dan pegunungan adalah ketinggian puncak. Gunung bisa mengalami pengurangan atau penambahan puncak gunung saat gunung mengalami erupsi. Contohnya, gunung Anak Krakatau yang kehilangan ketinggiannya akibat letusan dahsyat. Puncak gunung yang telah dibangun selama bertahun-tahun hilang akibat erupsi.

Berbeda dengan pegunungan. Ketinggian pegunungan cenderung tetap. Apabila terjadi perubahan itu memerlukan waktu yang sangat lama sekali. Contoh yang paling nyata adalah proses pembentukan pegunungan Himalaya yang telah saya jelaskan pada pembahasan sebelumnya. Butuh waktu sekitar 60 juta tahun untuk proses pengangkatan kerak samudera hingga tanah hingga muncul pegunungan Himalaya yang sangat megah hingga saat ini.

Akhir kata, kalau ada pertanyaan, silakan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Leave a Reply